Letak Geografi dan Keadaan Alam Filipina

Negara Filipina merupakan negara yang terletak di Asia Tenggara. Negara Filipina berbentuk Republik dan beribukota Manila City. Negara Filipina Merdeka pada tanggal 4 Juli 1946.

Letak Geografis
Wilayah Filipina terletak di antara 5 derjat dan 21 derjat Lintang Utara serta 117 derjat dan 126 derjat Bujur Timur. Batas-batasannya, sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina dan Pulau Formosa (Taiwan), Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah laut Kepulauan Indonesia, sebelah Timur berbatasan dengan Samudera Pasifik, dan sebelah Barat berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Filipina memiliki kurang lebih 7.107 pulau besar dan kecil, dengan perkiraan luas wilayahnya sekitar 300.000 kilometer persegi. Pulau terbesar di antara ribuan pulau tersebut adalah: Pulau Luzon, Pulau Mindanao, Pulau Samar, Pulau Panay, Pulau Mindoro, Pulau Negros, Pulau Visayan, Pulau Palawan, Pulau Leyte, Pulau Bohol, dan Pulau Masbate.

Kota metropolitan Manila yang menjadi Ibu kota Republik Filipina terletak di wilayah Selatan Pulau Luzon. Kota terpenting lainnya di Filipina antara lain seperti Zamboanga, Davao, Tarlac, San Pablo, Batangas, Legaspi, Iloilo, Ormoc, Naga, dan kota Calbayong.

Keadaan Alam 
Secara umum keadaan alam di negara Filipina tidak jauh berbeda dengan Indonesia, begitu pula dengan corak penghidupan rakyatnya. Melihat kota-kota di Filipina memang terasa ada perbedaan suasana karena lebih kebarat-baratan, tetapi wialayah pedesaannya hampir tak berbeda dengan pedesaan kita.

Wilayah Kepulauan Filipina memiliki kedalaman parit laut sekitar 10.539 meter, atau yang terdalam di dunia, yang berlokasi di lepas pantai timur Pulau Mindanao.

Kepulauan Filipina juga kaya dengan wilayah hutan lindung yang masih asli di Luzon Utara dan Mindanao, daerah perbukitan, gunung-gunung, jurang-jurang curam, dan lembah-lembah yang subur. Danau-danau terbesar di Filipina terdapat Pulau Luzon, Danau Laguna de Bay, dan Danau Sultan Alonton di Pulau Mindanao.

Karena keadaan alamnya termasuk subur, penduduk negeri ini sebagaian besar memperoleh penghasilan dari bertani dan berkebun. Sawah-sawah dijumpai hampir di semua kepulauan negeri itu.

Iklim Di Filipina
Keadaan iklim di Filipina juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia, Iklim di Kepulauan Filipina termasuk wilayah yang dipengaruhi oleh angin muson yang memberinya dua jenis musim, yaitu musim hujan antara juni sampai Februari dan Musim Kemarau antara Maret sampai Juli. Di beberapa wilayah hujan turun amat lebat, sementara di wilayah lainnya agak jarang. Angin yang banyak membawa hujan adalah yang bertiup dari arah Barat Daya dan Barat Laut. Sebaliknya, bila angin taufan muncul dari arah Utara serta Timur Laut, seluruh wilayah Filipina mengalami penderitaan akibat serangnya.

Curah hujan tertinggi dialami Pulau Luzon. Curah hujan yang menimpa kota Manila bisa mencapai 1.200 mm setahunnya. Curah hujan tertinggi di Filipina mencapai 2.500 mm, dibandingkan dengan curah hujan tertinggi di negeri Belanda misalnya hanya sekitar 750 mm setahunnya.

Pemandangan yang indah di wilayah Bukit Coklat di Bohol.

Bagi Filipina, angin taufan merupakan suatu bencana nasional. Pada saat angin taufan berembus, gelombang laut yang membentur pantai-pantai yang dilaluinya bisa mencapai 75 sampai 150 meter tingginya.

Flora dan Fauna
Filipina, seperti halnya dengan Indonesia memiliki banyak sekali jenis tumbuhan dan binatang liar. Pohon banyan dan palma tumbuh di hutan-hutan rimba yang dilindungi dengan baik. Di sini juga terdapat phon bambu serta sekitar 90.000 jenis tanaman tropis berbunga yang tumbuh di seluruh kepulauan ini. Sementara itu, pohon kelapa merupakan kekayaan pantai-pantai Filipina, terutama di wilaah Selatan. Karena itu salah satu komoditi ekspor yang cukup penting bagi Filipina Selatan adalah Kopra.

Binatang liar utama yang ditemukan di kepulauan Filipina adalah berbagai jenis ular dan kera, serta jenis-jenis binatang menyusui yang lebih kecil. Filipina juga memiliki berbagai jenis burung, sementara hewan piaraan yang utama di negeri itu adalah kerbau. Seperti di Indonesia, kerbau-kerbau itu digunakan tenaganya untuk membajak sawah.

Sumber: Syahbuddin Mangandaralam. 1988. Mengenal Dari Dekat Filipina Tanah Air Patriot Pujangga Jose Rizal. Penerbit Remadja Karya. Bandung. 

ads

Ditulis Oleh : Riswanto Putra Negara Hari: 22:12 Kategori:

Comments
1 Comments

1 comment:

 

Total Pageviews

Sedang Online